Cara Sukses Budidaya Jamur Kuping Untuk Pemula

Pada kesempatan ini saya akan berbagi tips bisnis rumahan kepada kita semua yaitu cara budidaya jamur kuping untuk pemula agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Sudah tahukah Anda bahwa jamur kuping berhkasiat dalam mengobati beberapa penyakit, diantaranya seperti berkhasiat mengobati panasa dalam (berupa minuman dari rendaman jamur kuping yang direndam selama satu malam), mengurangi rasa sakit pada kulit akibat luka bakar (dikompres dengan air rendamannya), mengobati tekanan darah tinggi, kurang darah, ambeien, datang bulan tidak teratur, memperlancar peredaran darah, dan sebagai penawar racun.

Selain berkhasiat untuk ramuan obat tradisional, jamur kuping juga bisa dimakan dengan mencampurkannya ke menu makanan seperti sup. Ini lah yang membuat jamur kuping banyak diminati masyarakat dan juga nilai ekonomi dipasaran cukup baik.

Sekarang ini banyak masyarat budidaya jamur kuping, menurut hasil penelitian untuk membudidaya jamur kuping diperlukan teknik yang dapat menunjang budidayanya, diantaranya sebagai berikut ;

1. Pembuatan Kubung
Budidaya jamur kuping memerlukan kubung (rumah jamur) sebagai tempat pemeliharaannya. Kubung dibuat berdinding banbu dan beratap rumbai/bambu. Kubung yang ideal bisa menampung 5.000 polybag bibit jamur atau memiliki panjang 12 meter, lebar 7 meter, dan tinggi 3,5 meter.


Didalam kubung dibuat rak-rak tempat polybag dengan jarak antara rak 80 cm. Ditengah dibuat jalan selebar 1 meter. Susunan polybag keatas maksimal adalah 10 polybag horisontal. Sedangkan, susunan kesamping sebanyak 20 polybag.

Polybag kebawah tidak boleh langsung mengenai lantai, tetapi diberi jarak setinggi 20 cm. Lantai kubung harus segara dibersihkan dan ditaburi dengan kkapur secukupnya disemprot pestisida sebelum polybag dimasukkan kedalam kubung.

2. Pemeliharaan Bibit Jamur
Setelah inokulasi, polybag diinkubasi (didiamkan) dalam kubung dengan meletakkannya dilantai secara vertikal agar miselium jamur tumbuh dengan sempurna. Inkubasi dilakukan selama 1,5 bulan. Pada masa miselium tumbuh kurang lebih 2/3 polybag, dilakukan penyusunan polybag dalam rak-rak.

Setelah kurang dari 3/4 bagian permukaan media ditumbuhi miselium jamur, dilakukan penumbuhan jamur dengan cara menyobekkan pelastik pembungkus media untuk memberikan tempat bagi munculnya jamur.

Penyobekkan dilakukan dibagian ujung polybag (dekat tutup) secara menyilang dengan ukuran 1 cm x 1cm. Jika jamur sudah tumbuh dan berumur sekitar 15 hari, pada sisi yang berlawanan dibuat lubang untuk munculnya tubuh buah jamur. Hal ini dilakukan untuk mengatur agar panan dapat berlangsung secara kontinu.

Setelah tubuh jamur tumbuh, kelembapan harus dijaga tetap tinggi. Penyiraman dilakukan saat jamur berumur 2,5 bulan, yaitu dengan cara mengabutkan air dengan nozzle pada tubuh jamur hingga menetes. Penyiraman dilakukan seperlunya dengan memperhatikan kondisi udara saat itu. Pada musim panas, suhu udara akan meningkat dan kelembapan udara akan menurun. Pada saat tersebut, penyiraman dapat dilakukan 2-4 kali sehari. Jika suhu udara terlalu tinggi atau terjadi angin kencang, penyiraman dapat ditambah menjadi 5 kali.

Kebersihan kubung dan sekitarnya harus terus dijaga dengan baik, khususnya setelah panan. Lantai dasar kubung ditaburi kapur hingga merata untuk menghindari serangan penyakit dan serangga pengganggu. Pada saat-saat tertentu, jika hari tidak hujan, plastik bagian bawah kubung dibuka beberapa saat agar sirkulasi udara dalam kubung berjalan lancar.

3. Pengendalian Hama dan Penyakit
Beberap hal yang dilakukan untuk menghindari adanya serangan hama dan penyakit, yaitu sebagai berikut ;
  1. Menjaga kebersihan rumah jamur atau inkubasi.
  2. Memusnahkan media yang terkontaminasi oleh hama dan penyakit.
  3. Manjaga kebersihan alat-alat inokulasi.
  4. Sterilisasi media harus sempurna, untuk mematikan jenis jamur selain jamur yang diinokulasikan.
  5. Setelah habis dipanan, rumah jamur disemprot dengan pestisida.
4. Panen dan Pascapanen
Setelah jamur diambil dari media tumbuhnya, jamur dibersihkan dari media yang ikut menempel pada pangkalnya dengan cara memotong bagian pangkalnya. Kemudian, dibasahi dan dicuci hingga bersih.

Pencucian dilakukan dengan cara menggosok-gosok tubuh buah jamur yang berwarna hitam mengilat sampai warna putih dari sporanya hilang. Pencucian dilakukan dengan hati-hati agar jamur tidak sobek. Jamur yang sudah dipanen dapat langsung dimasak. Untuk keperluan jangka panjang, jamur dapt disimpan dalam bentuk kering.

Pengeringan dilakukan dibawah panas sinar matahari selama tiga hari. Selama penjemuran, jamur dibolak-balik agar dapat kering dengan sempurna. Untuk memperpanjang daya simpan, jamur kuping kering dapat dikemas menggunakan plastik dan tutup rapat. Agar jamur tidak basah, selanjutnya jamur dalam plastik dimasukkan kedalam kotak dari karton tebal yang rapat dan ditengahnya diletakkan satu botol kecil berisi CS2 yang disumbat kapas untuk mencagah serangga hama. Dengan teknik penyimpanan yang baik, jamur kuping kering dapat bertahan hingga satu tahun.

Kita bisa tarik sempulan, jika kita ingin sukses dalam budidaya jamur kuping haruslah menyediakan tempat pemeliharaan yang efisien dan juga diperlukan pemeliharaan dan perawatan yang baik agar terhindar dari hama dan gangguan serangga. Selain itu juga kita perlu memperhatikan kebersihan dan kelembapan udara. Tidak kalah pentingnya kita perlu memperhatikan 4 Hal dalam Budidaya Jamur. Cukup sekian kami informasikan, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Cara Sukses Budidaya Jamur Kuping Untuk Pemula"

Post a Comment